Rumah Content Writer

banner image

SLB CINTA ANANDA Sumenep, Mimpi Yang Nyata, Dari Penonton Menjadi Peserta


Mimpi Yang Nyata - Pernahkah anda berfikir semenit saja kalau semua anak adalah cikal bakal manusia dewasa? Lantas mengapa anda mengkotakkan anak ABK sebagai anak tak normal atau memiliki kemampuan lebih rendah dibandingkan anak anak lainnya yang dalam tanda kutip disebut " Anak Normal "? Apakah mereka juga tidak berhak memiliki mimpi yang nyata?

SLB CINTA ANANDA
SLB CINTA ANANDA

SLB CINTA ANANDA Sumenep  merupakan satu sekolah layanan khusus yang selalu menganggap anak ABK adalah anak normal yang memiliki keistimewaan tertentu. Di sekolah ini, tidak sedikitpun terlintas untuk mengkotakkan anak karena secara naluriyah anak memiliki hak yang sama dengan keunikan yang sudah ditentukan oleh ALLAH. Lantas, Masihkah Anda menganggap ABK adalah anak yang harus dipingit dan tidak perkenalkan ke dunia luar? bahkan lebih miris lagi ada anggapan anak ABK tidak perlu pendidikan karena sia sia?

Karnaval Budaya, Potret Mimpi Yang Nyata

Beberapa jam yang lalu sebelum artikel ini ditulis, SLB CINTA ANANDA Sumenep baru saja memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke - 747 sebagai peserta karnaval budaya yang bertemakan Local Wisdom yang katanya saat ini sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat Madura umumnya dan Sumenep Khususnya. Para Siswa siswi dari sekloah yang masih baru menjejaki legalitas kelembagaan di Sumenep ini ikut memberikan pesan moral kepada masyarakat untuk terus mengenang budaya sekaligus menanamkan kepada diri mereka sendiri satu jati diri penting yaitu tetap menjunjung tinggi nilai budaya dari kampung halaman yang mereka cintai.

Baca Juga : Pentas Seni ABK 

Pada acara Karnaval ini, kurang lebih 25 anak SLB CINTA ANANDA Sumenep melakukan kirab budaya dengan tema " Rato Songennep Ajege Mager Sarena " yang kalau di bahasa Indonesiakan berarti " Raja Sumenep Melindungi Rakyatnya ". Postur Karnaval dibentuk dengan memilih Kuda dan becak hias dengan konsep perceritaan satu orang didepan naik kuda mewakili raja, dibelakangnya dua orang pengawal juga naik kuda mewakili pengawal dan paling belakang adalah iring iringan becak dengan dua orang siswa siswi yang mewakili rakyat. Kurang lebih ada 3 kuda dan 11 becak yang dibawa oleh SLB CINTA ANANDA Sumenep.

Karnaval Budaya, Lompatan Keberanian Yang Layak Diapresiasi Besar 

Keberanian anak anak hebat ini terjun langsung bukan sebagai penonton tetapi sebagai peserta karnaval yang berjalan sangat tidak kondusif dengan cuaca yang panas menyengat merupakan prestasi besar di dunia ABK yang seharusnya mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang kompeten di bidangnya. Paling Tidak konstelasi pengakuan yang harus diutarakan secara jujur jika mereka ( ABK ) benar benar ada. Sebagai Insan yang berpekerti kita memang tidak seharusnya membeda bedakan siapapun juga karena anak ABK juga punya hak untuk bersenandung tentang mimpi yang nyata.

Progress penting selain keikut sertaan mereka dalam karnaval yang harus diberi aplaus meriah oleh semua kalangan adalah :

1, Keberanian Mereka Tampil Di depan Umum
2. Sinergi Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, Tata Usaha Tenaga Pendidik, terapi dan Admin Sekolah
3. Sinergi antara Lembaga Sekolah dengan Wali Murid
4. Visi dan Misi Besar dan Luar Biasa
5. Konsep kreatifitas dan soliditas team work

Karnaval Budaya, Mimpi Nyata Sejarah Baru ABK

Kisah ABK dari sekolah SLB CINTA ANANDA Sumenep mengikuti karnaval budaya dalam rangka hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-747 telah selesai kira kira jam 14.00 siang tadi. Peristiwa ini akan menjadi momen sejarah sebagai mimipi yang menjadi nyata untuk mereka. Tentunya masih banyak mimpi mimpi yang akan mereka jadikan kenyataan di lain waktu dan kesempatan. Karena mereka memang benar benar anda. Bravo ABK, Raih Cita Citamu Nak!

SLB CINTA ANANDA Sumenep, Mimpi Yang Nyata, Dari Penonton Menjadi Peserta SLB CINTA ANANDA Sumenep, Mimpi Yang Nyata, Dari Penonton Menjadi Peserta Reviewed by Agus Heriyanto on Oktober 30, 2016 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Facebook

Diberdayakan oleh Blogger.